by

Marinir dan Polisi Nyaris Bentrok di Makassar

478771
  • Berita
  • 0
  • Rabu, 10 November 2004 13:51
Liputan6.com, Makassar: Apa jadinya jika aparat keamanan justru ribut sendiri seperti yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/11). Kejadian berawal ketika Brigadir Dua Polisi Alamasyah, anggota Satuan Pengendalian Massa Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar, bersama dua polisi mengejar dua pembalap liar di Jalan Yos Sudarso. Tepat di depan Markas Komando Angkatan Laut Armada Timur, dua pengendara sepeda motor ini mendadak berhenti dan gantian mengejar Alamasyah cs.

Alamasyah menjadi bulan-bulanan dan akhirnya diselamatkan warga sekitar. Meski begitu, sepeda motornya dirusak oleh pembalap liar yang ternyata anggota TNI dari Pangkalan Utama AL IV Makassar. Sementara dua teman Alamasyah melaporkan kasus ini ke Markas Polwiltabes Makassar.

Belasan anggota Provos Polwiltabes Makassar serta Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulsel segera melakukan konfirmasi ke tempat kejadian. Namun, kehadiran polisi justru memanaskan situasi. Ketegangan mencair setelah tercapai kesepakatan bahwa kasus pemukulan diselesaikan tim provos masing-masing angkatan.

Bentrokan antara anggota TNI dan Polri bukan kasus baru. Tahun silam, misalnya, sekelompok tentara baku tembak dengan polisi di Dumai, Riau. Para saksi mata menduga, tembak-tembakan di pagi buta ini dipicu keributan di sebuah kafe di areal Lokalisasi Buangan Sampah di Jalan Sudirman. Jajaran komando distrik militer dan kepolisian sektor setempat sepakat menyelesaikan kasus ini secara damai [baca: Lagi, Tentara dan Polisi Bentrok].(TNA/Muhammad Takbir)
Comments
Sign in to post a comment