Penipuan Berkedok Harta Karun Soekarno Terbongkar

on Oct 08, 2004 at 14:07 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Kebesaran nama Soekarno kembali dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk melancarkan penipuan. Kali ini Syaifur Anwar Hasan alias Eyang menipu ribuan warga hingga miliaran rupiah. Dengan memakai bendera sebuah yayasan, laki-laki berusia 70 tahun itu berjanji akan membagikan harta karun milik Bung Karno jika korban menyetorkan uang Rp 10 juta. Rumah Syaifur di Menteng Jaya, Jakarta Pusat, yang beralih fungsi menjadi kantor yayasan digerebek polisi, Jumat (8/10) pagi.

Penggerebekan rumah Syaifur mengagetkan warga sekitar. Mereka tak menduga jika rumah itu telah dijadikan sebagai Kantor Yayasan Suhada Ampera dan menipu ribuan orang dari seluruh penjuru Tanah Air. Sayang, polisi gagal membekuk Eyang yang menurut pegawainya sedang pergi ke Bogor, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan ini, polisi menemukan kopi film yang digunakan untuk mencetak uang dolar Amerika Serikat palsu dalam pecahan 100 dolar. Ditemukan juga surat deposito palsu sebesar US$ 1,5 juta yang akan dibagikan kepada korban-korbannya.

Para pengurus yayasan yang berada di rumah Syaifur membantah terlibat penipuan. Bahkan, Yatim, pengurus yayasan menuding Eyang-lah yang menyimpan uang tersebut. Yatim mengaku hanya bekerja dan dijanjikan mendapat komisi Rp 1,5 miliar jika mampu merekrut sejumlah orang untuk dijadikan anggota yayasan. "Saya hanya dijanjikan uang hibah sebesar Rp 1,5 miliar," ungkap Yatim.

Yayasan Suhada Ampera pimpinan Eyang ini bergerak dengan model penjualan berjenjang (multilevel marketing/MLM). Seorang ketua cabang di kota besar memiliki lebih dari 1.000 orang anggota. Karena itu diyakini yayasan ini telah meraup uang hingga miliaran rupiah.

Dalam aksinya, tersangka mengaku bisa membantu masyarakat mendapatkan harta karun milik mantan Presiden Soekarno. Syaratnya, korban harus menyetorkan dana Rp 10 juta. Untuk meyakinkan calon korbannya, Eyang memajang berbagai foto yang menggambarkan kedekatannya dengan Bung Karno. Tak hanya itu, Yayasan Suhada Ampera juga memiliki setumpuk batangan emas palsu bergambar Soekarno serta sejumlah jimat.

Kasus penipuan yang dilakukan Yayasan Suhada Ampera tak hanya dilaporkan ke polisi, tapi juga ke Indonesia Crisis Center (ICC), lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang hukum. LSM ICC kini menyimpan barang bukti berupa setumpuk sertifikat deposito Bank Central Asia (BCA) palsu dan setumpuk dolar palsu milik yayasan. Barang bukti ini diberikan orang-orang yang merasa tertipu oleh yayasan Eyang.

Menurut Ketua ICC Joko Sudibyo, mengalirnya sejumlah korban ke kantornya merupakan puncak akumulasi kejengkelan korban terhadap tindakan Eyang. Dari sinilah terungkap jika korban telah menyetorkan uang Rp 100 juta hingga Rp 400 juta dengan harapan bisa mendapatkan harta karun milik Sang Proklamator RI. Sebagai jaminan kepada korban yang telah menyetorkan dana, yayasan memberikan sertifikat deposito dan dolar AS yang ternyata semuanya palsu.

Model kasus penipuan ala Yayasan Suhada Ampera bukan sekali ini terjadi. Beberapa tahun silam, ribuan orang juga tertipu menyetorkan dana untuk pengembangan usaha agribisnis di Sukabumi, Jabar [baca: Dirut PT QSAR Divonis Delapan Tahun Penjara]. Kala itu, penipuan dilancarkan oleh PT Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) pimpinan Ramli Araby. Pelaku sudah divonis delapan tahun penjara.(DEN/Tim Buser SCTV)
Suka artikel ini?

0 Comments