Menelusuri "Jajanan Plus" di Cipanas

  • Berita
  • 0
  • 23 Sep 2003 20:29

230903cURC.jpg
Liputan6.com, Cianjur: Kafe dan warung makan di kawasan wisata Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, tak pernah kekurangan pengunjung. Selidik punya selidik. Di sana rupanya tak hanya makanan yang dijajakan. Tapi, juga perempuan yang bisa dibawa tidur alias pelacur. Desas-desus keberadaan pekerja seks komersial di Cipanas kontan menjadi sasaran utama pengunjung datang ke sana. Apalagi, saat ini, para pelacur lebih banyak berstatus pelajar sekolah menengah umum dan sekolah menengah lanjutan pertama, yang belum tersentuh dunia hitam. Untuk mendapat "pelajar plus" demikian cukuplah mudah. Pelanggan cuma mengedipkan mata ke arah seorang remaja. Dan tak lama berselang, si pemudi pun bakal datang mendekat tanpa malu-malu.

Dari pantauan reporter SCTV, baru-baru ini, maraknya prostitusi pelajar di Cipanas menjadi fenomena pelik. Setiap hari, jumlah mereka juga terus bertambah. Padahal operasi penertiban sering digelar. Motif pelajar nekat berprofesi ganda pun beragam. Maya misalnya, yang telah lama malang melintang di dunia prostitusi. "Saya pengen punya handphone atau parfum seperti temen-temen," aku Maya. Sepele memang. Tapi, kebutuhan sekunder seperti telepon seluler yang diakui Maya, rata-rata menjadi alasan utama. "Orang tua belum mampu menuhin kebutuhan saya," lanjut perempuan berambut sebahu itu.

Tarif sekali kencan dengan "daun muda" bervariasi, mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu. Caranya menurut Indra, seorang pelanggan, cukup mudah. "Biasanya udah tau mana pemain mana bukan. Kita kedipkan mata ke dia pelacur

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment