Polisi Palembang Membongkar Sindikat Penculikan Balita

  • Berita
  • 0
  • 18 Jul 2003 18:50
Liputan6.com, Palembang: Jajaran Kepolisian Sektor Ilir Timur II Palembang, Sumatra Selatan, menguak sindikat penculik dan penjual bayi di kawasan tersebut, baru-baru ini. Bocah-bocah tanpa dosa itu diculik pembantu rumah, kemudian diserahkan ke pemesan dengan imbalan Rp 50 ribu. Setelah itu, si pemesan menjual bayi-bayi dengan harga tinggi.

Kejadian itu menimpa pasangan Kunai dan Rohima. Pada 8 Maret silam, orang tua Emon dan Ayu tenang-tenang saja mengizinkan Elvi, pembantu rumah tangganya, mengajak anak-anaknya menonton atraksi organ tunggal. Kunai dan Rohima tak menyangka pada Ahad itulah, terakhir kali mereka melihat kedua anaknya dan Elvi pembantunya.

Ternyata, Elvi tak menonton tapi malah menjual dua bocah berumur di bawah lima tahun itu ke Syarief dan El. Sebelumnya, Elvi menitipkan Ayu dan Emon ke tempat teman sekampung, Desi Marlina yang beralamat di Jalan Ratu Sianom. Kepada Desi, Elvi mengaku Emon, 1 tahun, adalah anak kandung dari suaminya yang telah meninggal dunia. Sedangkan Ayu, empat tahun, adalah putri dari suami yang telah meninggalkannya. Elvi juga mengaku perlu uang untuk mencari suaminya dan menitipkan Emon sebagai jaminan. Desi pun percaya saja dan memberikan duit Rp 30 ribu pada Elvi.

Beberapa hari kemudian, tetangga Kunai dan Rohima memergoki Desi sedang membawa jalan-jalan Emon. Mereka langsung menghampiri Desi dan menceritakan kejadian sebenarnya. Desi pun terkejut dan segera menyerahkan Emon pada orang tuanya. Desi juga melaporkan perkara ini pada polisi. Tak berapa lama kemudian, Elvi ditangkap di rumah orang tuanya di Desa Ulak Pace Banyuasin bersama Ayu.

Kepada polisi, Elvi mengkau sudah menjual tiga balita berusia antara tiga sampai lima bulan. Penjualan dilakukan oleh Syarif dan El dengan harga mencapai jutaan rupiah. Elvi cuma kebagian Rp 50 ribu. Berdasarkan pengakuan ini, aparat Polsek Ilir Timur II Palembang terus membongkar sindikat penculikan dan penjualan balita. Sebab, diduga keras masih ada jaringan lain
di luar sindikat tersebut.

Polres Langkat, Sumatra Utara, juga pernah menguak sindikat penculikan anak [baca: Tiga Bocah Lolos dari Penculikan di Binjai]. Kasus ini terungkap setelah Ian Syahputra, siswa Sekolah Dasar Binjai Utara bersama dua temannya berhasil meloloskan diri dari kawanan penculik. Ian, Bobi, dan Caca diculik ketika sedang mandi di Sungai Sincan pada Juni tahun silam.(TNA/Ajmal Rokian)
Comments 0
Sign in to post a comment