Reka Ulang Pembunuhan Wigati Penuh Caki Maki
Dirgo Suyono
25/01/2012 08:51 | Pembunuhan
Liputan6.com, Ngawi: Caci maki dan cemooh terus terlontar ketika tiga tersangka pembunuhan terhadap Wigati digelandang Aparat Polres Ngawi, Jawa Timur, ke lokasi reka ulang, Selasa (24/1). Polisi bekerja ekstra keras untuk melindungi ketiga tersangka. Meski demikian, ada saja warga yang ingin menghakimi para tersangka ketika reka ulang baru saja dilakukan.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi akhirnya menghentikan reka ulang di jalan tengah sawah Desa Watualang, Kecamatan Kota, Ngawi, Jawa Timur. Reka ulang kembali dilakukan di tengah sawah Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas.
Dalam reka ulang terungkap, sebelum menghabisi istrinya, Heri Martono sudah merencanakan pembunuhan dengan matang dengan dua tersangka lainnya. Mereka berpura-pura menghadang Heri yang berboncengan sepeda motor dengan istri dan anaknya saat melintas di persawahan. Kedua tersangka dibayar Rp 5 juta untuk menghabisi Wigati.
Seperti diberitakan, Wigati yang merupakan warga Kecamatan Bringin, Ngawi, ditemukan bersimbah darah di jalan tengah sawah Desa Watualang, Kecamatan Kota, 1 Januari lalu. Semula Wigati diduga korban perampokan. Namun saat diselidiki, tak satupun barang milik korban yang hilang. Apalagi, anak dan suaminya tidak mengalami luka sedikitpun.
Akhirnya, polisi menaruh curigai kepada Heri Martono. Dari situlah akhirnya terungkap jika korban ternyata dibunuh oleh dua orang suruhan Heri. Motif pembunuhan ini adalah Heri ingin menikah lagi.(BOG)
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi akhirnya menghentikan reka ulang di jalan tengah sawah Desa Watualang, Kecamatan Kota, Ngawi, Jawa Timur. Reka ulang kembali dilakukan di tengah sawah Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas.
Dalam reka ulang terungkap, sebelum menghabisi istrinya, Heri Martono sudah merencanakan pembunuhan dengan matang dengan dua tersangka lainnya. Mereka berpura-pura menghadang Heri yang berboncengan sepeda motor dengan istri dan anaknya saat melintas di persawahan. Kedua tersangka dibayar Rp 5 juta untuk menghabisi Wigati.
Seperti diberitakan, Wigati yang merupakan warga Kecamatan Bringin, Ngawi, ditemukan bersimbah darah di jalan tengah sawah Desa Watualang, Kecamatan Kota, 1 Januari lalu. Semula Wigati diduga korban perampokan. Namun saat diselidiki, tak satupun barang milik korban yang hilang. Apalagi, anak dan suaminya tidak mengalami luka sedikitpun.
Akhirnya, polisi menaruh curigai kepada Heri Martono. Dari situlah akhirnya terungkap jika korban ternyata dibunuh oleh dua orang suruhan Heri. Motif pembunuhan ini adalah Heri ingin menikah lagi.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

