Rowiyah Rindukan Keluarganya
Tim Buser SCTV
Rauliyah, korban perdagangan manusia di Malaysia.
10/03/2010 22:45 | Orang Hilang
Liputan6.com, Jakarta: Seorang gadis muda asal Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bernama Rauliyah alias Rowiyah menghuni Panti Sosial Bambu Apus, Jakarta Timur, selam setahun ini. Bukan tanpa sebab ia menghuni tempat. Ia adalah korban perdagangan manusia di Negri Jiran Malaysia.
Hingga kini, gadis berusia 17 tahun itu belum bisa membaca. Maklum, ia putus sekolah sejak kelas satu sekolah dasar karena tak punya kesempatan. Ia dipulangkan dari Kuala Lumpur, Malaysia, sejak 16 Desember 2008, setelah bekerja di sana sebagai Tenaga Kerja Indonesia ilegal di sebuah rumah penghasil sarang burung walet.
Entah apa yang dialami Rauliyah di sana, sehingga ia lupa kampung halamannya. Padahal, korban perdagangan manusia itu menunggu keluarga datang menjemputnya.
Untuk membunuh sepi, Rauliyah atau Rowiyah menyibukkan diri dengan bermain bulutangkis dan membuat kerajinan tangan. Bagi pihak keluarga korban atau yang mengenal korban dapat menghubungi SCTV di nomor telepon 021-27935555 ext 1211 dan 1214.(BJK/SHA)
Hingga kini, gadis berusia 17 tahun itu belum bisa membaca. Maklum, ia putus sekolah sejak kelas satu sekolah dasar karena tak punya kesempatan. Ia dipulangkan dari Kuala Lumpur, Malaysia, sejak 16 Desember 2008, setelah bekerja di sana sebagai Tenaga Kerja Indonesia ilegal di sebuah rumah penghasil sarang burung walet.
Entah apa yang dialami Rauliyah di sana, sehingga ia lupa kampung halamannya. Padahal, korban perdagangan manusia itu menunggu keluarga datang menjemputnya.
Untuk membunuh sepi, Rauliyah atau Rowiyah menyibukkan diri dengan bermain bulutangkis dan membuat kerajinan tangan. Bagi pihak keluarga korban atau yang mengenal korban dapat menghubungi SCTV di nomor telepon 021-27935555 ext 1211 dan 1214.(BJK/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
