Operator Komidi Putar Tewas di Tangan Rekan
Amin Al Kadrie
05/03/2010 22:08 | Buser File
Liputan6.com, Pontianak: Seorang lelaki muda belum lama ini ditemukan tewas di jembatan tol Kapuas Dua Pontianak, Kalimantan Barat. Dugaan awal, korban dibunuh karena perampokan. Namun dalam penyelidikan, polisi dari Poltabes Pontianak menemukan adanya bercak darah di jalan yang mengarah ke lokasi korban.
Hasil temuan bercak darah di jalan pun coba ditelusuri untuk mengungkap kasus ini.Korban dievakuasi dan diidentifikasi dengan mengambil sidik jari. Saat diperiksa, ditemukan sejumlah luka di sekujur tubuh akibat tindak kekerasan. Untuk pemeriksaan otopsi lebih mendalam, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar.
Dari sebuah tempat hiburan masyarakat, tersingkap misteri identitas korban. Korban diketahui bernama Sumar'ie alias Umar yang sehari-hari bekerja sebagai operator komidi putar. Informasi pun berkembang, Umar biasa bertandang ke rumah apung di bantaran Sungai Kapuas.
Di dekat jembatan penyeberangan fery di depan Makorem Pontianak, seorang saksi terakhir kali melihat Umar dalam keadaan tak berdaya. Berdasar bukti dan petunjuk, polisi akhirnya menangkap Riki dan Supri, dua remaja yang terlihat membopong Umar dalam keadaan tak berdaya di rumah apung milik Sumantri, majikannya.
Kepada polisi, Supri yang baru berusia 19 tahun mengaku tak berniat membunuh Umar, teman sekerjanya di komidi putar depan Makorem Pontianak. Dari keduanya terungkap, masih ada satu orang pelaku lagi yang masih kabur. Nama pelaku lain sudah di tangan, polisi tak butuh waktu lama. Jupen alias Pendi pun diringkus.
Pemeriksaan ulang dilakukan kembali. Pengakuan ketiganya dikonfrontir. Dari bukti dan pengakuan yang didapat, polisi menyimpulkan pembunuhan tersebut telah direncanakan.
Keluarga Sumar'ie di Desa Lima Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Pontianak, pun berduka. Bagi Sinen, ayah Umar yang sehari-hari bekerja mencari rumput untuk sapi yang dititipkan kepadanya, Umar mempunyai andil besar dalam menopang kehidupan keluarga.
Buah hati Umar yang masih balita kini juga sebatang kara. Ayahnya tiada, sedang ibunya telah lama berpisah. Keadilan menjadi jawaban sebuah asa.(TES/AYB)
Hasil temuan bercak darah di jalan pun coba ditelusuri untuk mengungkap kasus ini.Korban dievakuasi dan diidentifikasi dengan mengambil sidik jari. Saat diperiksa, ditemukan sejumlah luka di sekujur tubuh akibat tindak kekerasan. Untuk pemeriksaan otopsi lebih mendalam, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar.
Dari sebuah tempat hiburan masyarakat, tersingkap misteri identitas korban. Korban diketahui bernama Sumar'ie alias Umar yang sehari-hari bekerja sebagai operator komidi putar. Informasi pun berkembang, Umar biasa bertandang ke rumah apung di bantaran Sungai Kapuas.
Di dekat jembatan penyeberangan fery di depan Makorem Pontianak, seorang saksi terakhir kali melihat Umar dalam keadaan tak berdaya. Berdasar bukti dan petunjuk, polisi akhirnya menangkap Riki dan Supri, dua remaja yang terlihat membopong Umar dalam keadaan tak berdaya di rumah apung milik Sumantri, majikannya.
Kepada polisi, Supri yang baru berusia 19 tahun mengaku tak berniat membunuh Umar, teman sekerjanya di komidi putar depan Makorem Pontianak. Dari keduanya terungkap, masih ada satu orang pelaku lagi yang masih kabur. Nama pelaku lain sudah di tangan, polisi tak butuh waktu lama. Jupen alias Pendi pun diringkus.
Pemeriksaan ulang dilakukan kembali. Pengakuan ketiganya dikonfrontir. Dari bukti dan pengakuan yang didapat, polisi menyimpulkan pembunuhan tersebut telah direncanakan.
Keluarga Sumar'ie di Desa Lima Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Pontianak, pun berduka. Bagi Sinen, ayah Umar yang sehari-hari bekerja mencari rumput untuk sapi yang dititipkan kepadanya, Umar mempunyai andil besar dalam menopang kehidupan keluarga.
Buah hati Umar yang masih balita kini juga sebatang kara. Ayahnya tiada, sedang ibunya telah lama berpisah. Keadilan menjadi jawaban sebuah asa.(TES/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
