by

Didemo, Wali Kota Padang Memilih Sembunyi

  • Berita
  • 0
  • 10 Feb 2010 18:17
Liputan6.com, Padang: Demonstrasi pedagang Pasar Raya Padang, Sumatra Barat, di rumah dinas Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, Rabu (10/2), berakhir ricuh. Aparat kepolisian yang menjaga kediaman sang wali kota dengan barikade kawat berduri terpaksa bertindak tegas. Pendemo dibubarkan dengan air yang ditembakkan dari mobil water canon.

Tindakan ini dilakukan setelah para pengunjuk rasa memarkirkan kendaraan yang berisi tempurung kelapa di depan rumah dinas Fauzi Bahar. Rencananya, tempurung kelapa itu dibakar sebagai tindakan protes karena Fauzi Bahar tak berani menemui para pedagang. Wali kota lebih memilih sembunyi dan kabur ke luar kota.

Para pedagang yang tidak terima perlakuan aparat tersebut melakukan tindakan balasan dengan melempari batu. Tak hanya itu, rumah dinas wali kota juga menjadi sasaran kemarahan warga. Akibatnya, beberapa kaca di rumah tersebut pecah berantakan.

Hingga petang ini, ribuan pedagang masih bertahan di depan rumah dinas wali kota, Mereka menuntut Pemerintah Kota Padang membongkar kios darurat yang dibangun wali kota di sepanjang Pasar Raya Padang. Sebab, para pedagang mengaku rugi karena pasar menjadi sepi.(BOG)
Comments
Sign in to post a comment