Korban Tabrak Lari di Mojokerto, Ternyata Korban Pembunuhan
Bambang Ronggo
28/12/2009 21:49 | Pembunuhan
Liputan6.com, Mojokerto: Kepolisian Resor Mojokerto, Jawa Timur, Senin (28/12), akhirnya mengetahui identitas wanita misterius yang dianggap korban tabrak lari. Wanita tersebut Maslamah, warga Kecamatan Ngoro, Mojokerto, dan diduga korban pembunuhan.
Identitas Maslamah terkuak setelah Abdul Wahab, adik kandung korban, mengetahui berita kematian dari sejumlah media. Adul menyatakan, kakaknya itu tidak pulang sejak 15 Desember.
Dua pekan lalu, Maslamah ditemukan tewas di Kecamatan Pungging. Saat itu, polisi langsung menyimpulkan Maslamah sebagai korban tabrak lari. Karena bukti dan saksi kurang mendukung, polisi menduga ia sebagai korban penganiayaan.
Akhirnya, polisi menemukan titik terang. Berdasarkan hasil penyidikan terhadap keluarga korban, diduga Maslamah merupakan korban pembunuhan yang dilakukan orang dekat. Polisi pun memburu suami korban, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Suasana duka masih menyelimuti kediaman Maslamah.(OMI/SHA)
Identitas Maslamah terkuak setelah Abdul Wahab, adik kandung korban, mengetahui berita kematian dari sejumlah media. Adul menyatakan, kakaknya itu tidak pulang sejak 15 Desember.
Dua pekan lalu, Maslamah ditemukan tewas di Kecamatan Pungging. Saat itu, polisi langsung menyimpulkan Maslamah sebagai korban tabrak lari. Karena bukti dan saksi kurang mendukung, polisi menduga ia sebagai korban penganiayaan.
Akhirnya, polisi menemukan titik terang. Berdasarkan hasil penyidikan terhadap keluarga korban, diduga Maslamah merupakan korban pembunuhan yang dilakukan orang dekat. Polisi pun memburu suami korban, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Suasana duka masih menyelimuti kediaman Maslamah.(OMI/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

