Sakit Hati Berbuah Petaka
Tim Liputan 6 SCTV
12/12/2009 00:46 | Buser File
Liputan6.com, Jepara: Memendam sakit hati bisa menuntun seorang berbuat nekat, seperti yang dialami seorang pria di Jepara, Jawa Tengah, belum lama berselang. Penyebabnya sederhana, tersinggung dengan perkataan dan perlakuan majikan. Namun akibat yang ditimbulkan fatal hingga nyawa seseorang melayang.
Kasus ini mulai terungkap saat empat karyawan muncul di depan toko jok Sonia di Jalan Raya Senenan Kilometer 3, Jepara. Pagi itu mereka heran karena toko belum juga dibuka. Kecurigaan pun timbul saat mereka menemukan bercak darah di teras belakang. Para karyawan yang hendak bekerja itu pun melaporkan kejanggalan ke Kepolisian Resor Jepara.
Polisi kemudian datang memeriksa seluruh toko. Saat itulah ditemukan jasad Arjan Mangharam terbujur kaku di tempat penampungan air. Di sekujur tubuh korban ditemukan beberapa luka. Polisi sempat kesulitan mengevakuasi korban karena semua pintu terkunci. Setelah berhasil dipindahkan, jenazah diperiksa dokter forensik. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi juga mencari sidik jari pelaku.
Hari itu juga polisi memeriksa empat karyawan toko. Dari keterangan para saksi, polisi mengantongi seorang tersangka, Anas Chaeron. Anas adalah mantan karyawan yang berhenti bekerja karena berselisih dengan istri korban.
Tak lama kemudian, polisi pun meringkus Anas di tempat persembunyian di daerah Tanggulrejo, Magelang, Jateng. Dari tangan tersangka polisi menyita uang Rp 2 juta dan telepon genggam milik korban. Kepada polisi, Anas mengungkapkan motif pembunuhan murni sakit hati. Saat masih bekerja di Toko Sonia, Anas mengaku setiap hari diomeli dan kerap disebut bodoh oleh istri korban. "Kalau sekali dua kali (dimaki), gak apa-apa. Ini tiap hari," ucap Anas.
Niat Anas awalnya memang hendak membunuh istri Arjan. Namun, saat didatangi, istri Arjan sedang tak berada di tempat. Hanya Arjan yang ada di toko hingga akhirnya Anas melampiaskan kekesalan kepada korban. Kini, Anas menyesal. Simak selengkapnya dalam video berikut.(ZAQ/YUS)
Kasus ini mulai terungkap saat empat karyawan muncul di depan toko jok Sonia di Jalan Raya Senenan Kilometer 3, Jepara. Pagi itu mereka heran karena toko belum juga dibuka. Kecurigaan pun timbul saat mereka menemukan bercak darah di teras belakang. Para karyawan yang hendak bekerja itu pun melaporkan kejanggalan ke Kepolisian Resor Jepara.
Polisi kemudian datang memeriksa seluruh toko. Saat itulah ditemukan jasad Arjan Mangharam terbujur kaku di tempat penampungan air. Di sekujur tubuh korban ditemukan beberapa luka. Polisi sempat kesulitan mengevakuasi korban karena semua pintu terkunci. Setelah berhasil dipindahkan, jenazah diperiksa dokter forensik. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi juga mencari sidik jari pelaku.
Hari itu juga polisi memeriksa empat karyawan toko. Dari keterangan para saksi, polisi mengantongi seorang tersangka, Anas Chaeron. Anas adalah mantan karyawan yang berhenti bekerja karena berselisih dengan istri korban.
Tak lama kemudian, polisi pun meringkus Anas di tempat persembunyian di daerah Tanggulrejo, Magelang, Jateng. Dari tangan tersangka polisi menyita uang Rp 2 juta dan telepon genggam milik korban. Kepada polisi, Anas mengungkapkan motif pembunuhan murni sakit hati. Saat masih bekerja di Toko Sonia, Anas mengaku setiap hari diomeli dan kerap disebut bodoh oleh istri korban. "Kalau sekali dua kali (dimaki), gak apa-apa. Ini tiap hari," ucap Anas.
Niat Anas awalnya memang hendak membunuh istri Arjan. Namun, saat didatangi, istri Arjan sedang tak berada di tempat. Hanya Arjan yang ada di toko hingga akhirnya Anas melampiaskan kekesalan kepada korban. Kini, Anas menyesal. Simak selengkapnya dalam video berikut.(ZAQ/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
