Lagi, Eksekusi Diwarnai Bentrokan
Aries Wicaksono
Aksi saling dorong warga dengan polisi saat eksekusi lahan di Buleleng, Bali.
02/12/2009 22:50 | Sengketa Lahan
Liputan6.com, Singaraja: Eksekusi rumah dan lahan milik warga Desa Sumberkima, Buleleng, Bali, diwarnai bentrokan warga dengan satuan Kepolisian Resor Buleleng, Rabu (2/12). Bentrokan terjadi saat puluhan warga pendukung pemilik rumah sengketa berusaha menghalangi aparat yang akan mengeksekusi. Saling dorong tak terhindarkan.
Sedikitnya sembilan orang ditangkap karena dianggap provokator. Setelah usaha mempertahankan rumah kalah, juru sita pengadilan mulai bergerak untuk mengosongkan isi rumah. Satu-persatu isi rumah dikeluarkan paksa. Melihat tindakan petugas, pemilik rumah hanya bisa menangis.
Rumah dan lahan yang dipersengketakan ini sebelumnya milik Jero Mangku. Lahan telah ditukar guling dengan tanah Pemerintah Kabupaten Buleleng. Sebelum tukar guling, lahan itu telah dibeli dan disertifikatkan oleh Putu Weka. Setelah lama bersengketa akhirnya Mahkamah Agung memutuskan rumah dan lahan tersebut milik Putu Weka. Simak selengkapnya dalam video berikut.(YNI/YUS)
Sedikitnya sembilan orang ditangkap karena dianggap provokator. Setelah usaha mempertahankan rumah kalah, juru sita pengadilan mulai bergerak untuk mengosongkan isi rumah. Satu-persatu isi rumah dikeluarkan paksa. Melihat tindakan petugas, pemilik rumah hanya bisa menangis.
Rumah dan lahan yang dipersengketakan ini sebelumnya milik Jero Mangku. Lahan telah ditukar guling dengan tanah Pemerintah Kabupaten Buleleng. Sebelum tukar guling, lahan itu telah dibeli dan disertifikatkan oleh Putu Weka. Setelah lama bersengketa akhirnya Mahkamah Agung memutuskan rumah dan lahan tersebut milik Putu Weka. Simak selengkapnya dalam video berikut.(YNI/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
