Dukun Pengganda Uang Menguras Harta
Tim Buser SCTV
Emon Sampurna Jaya
23/10/2009 00:08 | Info Kriminal
Liputan6.com, Bandar Lampung: Kemajuan zaman tidak membuat sebagian orang melupakan sosok dukun. Mereka percaya dukun mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi seperti penyakit, jodoh, dan juga pekerjaan. Bahkan sebagian orang juga ada yang percaya kalau dukun dapat dimintai tolong untuk menggandakan uang.
Banyaknya orang yang percaya dukun mampu melipatgandakan uang dimanfaatkan sebagian orang yang tak bertanggung jawab. Mereka menipu para pasien dengan mengambil uang yang akan dilipatgandakan kemudian kabur. Di Bandar Lampung, beberapa waktu silam, orang yang mengaku dukun yang bisa menggandakan uang beraksi.
Bermula dari jual beli mobil, Andi, pemilik usaha jual beli mobil di Lampung Selatan kenalan dengan Emon Sampurna Jaya yang hendak membeli mobil miliknya. Namun singkat cerita Emon tidak jadi membeli mobil korban. Dia justru menawarkan jasa kepada sang korban untuk dapat membuat uang korban bertambah.
Tak tanggung-tanggung, pelaku mengaku dapat membuat uang hingga miliaran rupiah. Andi kemudian datang ke rumah pelaku dan diperlihatkan tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu serta cara pelaku mendapatkan uang, yakni potongan daun yang dapat diubah menjadi uang hanya dalam tempo yang sangat singkat.
Percaya akan kemampuan pelaku, korban menuruti setiap permintaan pelaku. Korban diharuskan menyetor sejumlah uang. Pada hari pertama, korban menyetor Rp 30 juta untuk membeli alat ritual seperti minyak wangi dan emas batangan sebagai syarat untuk mendapatkan uang. Berikutnya korban menyetorkan uang Rp 50 juta.
Andi secara keseluruhan telah menyetor uang sedikitnya Rp 150 juta. Seperti dihipnotis, korban menuruti setiap perintah pelaku. Korban mulai curiga ketika dimintai tambahan uang Rp 9 juta dengan jaminan emas batangan milik Amir Bangsawan, salah seorang anggota komplotan yang diduga palsu.
Korban juga diharuskan membuat surat pernyataan keikhlasan jika uangnya tak kembali lagi. "Buat surat pernyataan, saya harus ikhlas," kata Andi. Emon tak bekerja sendiri, tetapi dibantu teman satu komplotan yang terdiri dari empat orang. Mereka punya tugas dan peran masing-masing dalam menjebak korban.
Untuk meyakinkan korban, pelaku memamerkan tumpukan uang Rp 100 ribu di hadapan korbannya. Emon yang pintar mempermainkan korbannya mengaku tak menggunakan hipnotis dalam menjalankan aksinya. Sementara pelaku lainnya berperan meyakinkan korban dengan berpura-pura menjadi penyedia alat ritual.
Namun berdasarkan penyelidikan polisi, Emon menghipnotis Andi agar korban menuruti setiap perintahnya. Karena itu jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal. Apalagi bila ia mengaku bisa menggandakan uang. Bisa jadi komplotan penipu yang mengatasnamakan dukun sedang berusaha menguras harta benda Anda. Simak selengkapnya di video.(JUM/ANS)
Banyaknya orang yang percaya dukun mampu melipatgandakan uang dimanfaatkan sebagian orang yang tak bertanggung jawab. Mereka menipu para pasien dengan mengambil uang yang akan dilipatgandakan kemudian kabur. Di Bandar Lampung, beberapa waktu silam, orang yang mengaku dukun yang bisa menggandakan uang beraksi.
Bermula dari jual beli mobil, Andi, pemilik usaha jual beli mobil di Lampung Selatan kenalan dengan Emon Sampurna Jaya yang hendak membeli mobil miliknya. Namun singkat cerita Emon tidak jadi membeli mobil korban. Dia justru menawarkan jasa kepada sang korban untuk dapat membuat uang korban bertambah.
Tak tanggung-tanggung, pelaku mengaku dapat membuat uang hingga miliaran rupiah. Andi kemudian datang ke rumah pelaku dan diperlihatkan tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu serta cara pelaku mendapatkan uang, yakni potongan daun yang dapat diubah menjadi uang hanya dalam tempo yang sangat singkat.
Percaya akan kemampuan pelaku, korban menuruti setiap permintaan pelaku. Korban diharuskan menyetor sejumlah uang. Pada hari pertama, korban menyetor Rp 30 juta untuk membeli alat ritual seperti minyak wangi dan emas batangan sebagai syarat untuk mendapatkan uang. Berikutnya korban menyetorkan uang Rp 50 juta.
Andi secara keseluruhan telah menyetor uang sedikitnya Rp 150 juta. Seperti dihipnotis, korban menuruti setiap perintah pelaku. Korban mulai curiga ketika dimintai tambahan uang Rp 9 juta dengan jaminan emas batangan milik Amir Bangsawan, salah seorang anggota komplotan yang diduga palsu.
Korban juga diharuskan membuat surat pernyataan keikhlasan jika uangnya tak kembali lagi. "Buat surat pernyataan, saya harus ikhlas," kata Andi. Emon tak bekerja sendiri, tetapi dibantu teman satu komplotan yang terdiri dari empat orang. Mereka punya tugas dan peran masing-masing dalam menjebak korban.
Untuk meyakinkan korban, pelaku memamerkan tumpukan uang Rp 100 ribu di hadapan korbannya. Emon yang pintar mempermainkan korbannya mengaku tak menggunakan hipnotis dalam menjalankan aksinya. Sementara pelaku lainnya berperan meyakinkan korban dengan berpura-pura menjadi penyedia alat ritual.
Namun berdasarkan penyelidikan polisi, Emon menghipnotis Andi agar korban menuruti setiap perintahnya. Karena itu jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal. Apalagi bila ia mengaku bisa menggandakan uang. Bisa jadi komplotan penipu yang mengatasnamakan dukun sedang berusaha menguras harta benda Anda. Simak selengkapnya di video.(JUM/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

