Perampas Perhiasan dan Handphone Ditangkap Polisi  

Dirgo Suyono
25/11/2009 19:21 | Perampasan
Liputan6.com, Ngawi: Seorang ibu rumah tangga di Ngawi, Jawa Timur, menjadi korban perampasan. Bahkan, tersangka nyaris menyandera anak korban. Tersangka, Adi, akhirnya diringkus polisi, Selasa (24/11).

Aksi perampasan bermula ketika korban sedang mengendarai sepeda motor sambil mengendong anaknya di Jalan Perkampungan. Tepatnya di belakang kantor Desa Widodaren. Di lokasi kejadian, motor korban dihadang tersangka. Adi langsung meminta telepon genggam korban. Karena menolak, Adi mengambil paksa anak korban yang saat itu masih dalam gendongan.

"Telepon genggam tersebut saya minta, tidak boleh. Akhirnya saya rampas berikut anaknya," ungkap Adi kepada polisi saat diinterogasi. Rencananya, anak korban akan dibawa kabur untuk dijadikan sandera. Namun korban berhasil merebut kembali anaknya.

Selain menyita sebuah telepon seluler dan perhiasan, polisi juga mengamankan sebilah celurit milik tersangka sebagai barang bukti. Di hadapan polisi, tersangka mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut hanya karena ingin memiliki telephone genggam korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka meringkuk di sel tahanan polisi. Tersangka terancam hukuman berlapis, yakni pencurian dengan kekerasan dan Undang-Undang Darurat lantaran tersangka kedapatan membawa senjata tajam.(ASW)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
Kadek Budi Martini @ Rabu, 25 November 2009 | 20:56
sesekali liputan6 liput berita di kampus saraswati denpasar,saya seorang dosen di Fak.Ekonomi Univ.tersebut. terima kasih

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code